-->

SEMANGAT CINTA TANAH AIR DAN BELA NEGARA MENGATASI PENGARUH RADIKALISME



Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2020-2030. Pada saat itu jumlah penduduk usia produktif dengan usia 15-64 tahun akan mencapai 70 persen. Jumlah penduduk usia produktif ini bila memiliki kualitas SDM yang baik dapat menunjang serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan negara. Generasi muda saat ini harus paham betul akan peluang baik ini. Daya saing nasional dan global dengan menampilkan keunggulan nasional dan daerah harus dimiliki oleh segenap generasi muda bangsa. Apabila tidak diikuti dengan kualitas SDM yang baik, serta etos kerja dan keunggulan-keunggulan kompetitif lainnya, bukan tidak mungkin justru akan menambah beban bagi negara.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Dr. Ryan Kurniawan, M.M. selaku Rektor Institut Manajemen Wiyata Indonesia kepada mahasiswa, jajaran rektorat, seluruh sivitas akademika Institut Manajemen Wiyata Indonesia (IMWI) dalam memberikan muatan Wawasan Kebangsaan sambil menunggu waktu berbuka puasa pada acara Berbuka Puasa Bersama Keluarga Besar IMWI tanggal 5 Juni 2018, yang bertepatan dengan 20 Ramadan 1439 H di kampus Institut Manajemen Wiyata Indonesia.

Bapak Dr. Ryan juga terus mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, dikaruniai oleh Allah SWT dengan kekayaan alam yang membuat bangsa lain iri. Dengan luasnya daerah kepulauan, akan tidak cukup waktu 50-60 tahun atau bahkan sampai seumur hidup untuk mengunjunginya walau dengan target kunjungan satu pulau satu hari. Keberagaman budaya dari berbagai suku bangsa di Indonesia, ragam musik, tari, pakaian tradisional, kuliner nusantara, rumah-rumah adat, yang jika diperinci satu persatu sungguh tak cukup kertas dan pena untuk menulisnya.

Untuk itu semua kekuatan bangsa harus bersatu padu, bahu membahu, bergerak dalam satu tekad yang sama, membela negara demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Segenap anak bangsa jangan mudah dipengaruhi oleh paham-paham semu, yang sengaja memutarbalikkan opini, paham-paham yang anti Pancasila, anti demokrasi, menjelek-jelekkan pilar kebangsaan yang ada, menawarkan paham baru dengan janji-janji, yang nyatanya kosong, menawarkan aksi radikalis dalam pencapaian tujuannya, intoleransi, yang jika dirunut sebenarnya dibawa oleh kepentingan asing, sebagai bentuk proxy war, upaya intervensi asing untuk menaklukkan Indonesia.

Momen berbuka puasa yang diadakan oleh Institut Manajemen Wiyata Indonesia ini, dengan Senat Mahasiswa IMWI selaku panitia acara, memang sangat baik dimanfaatkan selain sebagai kesempatan untuk bersilaturahmi di antara sivitas akademika IMWI, juga sebagai ajang untuk menyamakan pandangan akan posisi bersama sebagai bagian dari anak bangsa yang cinta tanah airnya, berkeinginan luhur untuk kemakmuran negara, senantiasa berharap kondisi lingkungan yang aman dan kondusif, serta terhindar dari aksi-aksi kriminal, premanisme, kenakalan remaja, penggunaan obat-obatan terlarang, radikalisme, dan upaya- upaya untuk memecah bangsa lainnya.

Generasi muda Indonesia untuk menyongsong masa depan Indonesia yang gemilang di masa yang akan datang, di mana PDB Indonesia untuk saat ini saja sudah menembus 1 triliun Dollar US dan diberlakukannya MEA haruslah memiliki daya saing yang tinggi, salahsatunya dengan menyiapkan SDM berkualitas melalui pendidikan yang berkualitas. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "SEMANGAT CINTA TANAH AIR DAN BELA NEGARA MENGATASI PENGARUH RADIKALISME"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel